‎Menyusuri Jejak-Jejak Sejarah di Candi Muaro Jambi

Himi Show – Selain Sungai Batanghari dan Gung Kerinci, Candi Muaro Jambi juga menjadi salah satu tempat wisata di Jambi yang populer di kalangan para wisatawan. Jika kamu sedang berkunjung ke Jambi, maka belum lengkap rasanya jika belum mampir ke kompleks candi peninggalan kerajaan Sriwijaya ini.

Kompleks Candi Terbesar di Asia Tenggara

Source : youtube

Candi Muaro Jambi terletak di Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, tepatnya sekitar 30 kilometer dari pusat Kota Jambi. Dengan luas mencapai 3000 hektare, atau 8 kali luas Candi Borobudur, candi ini digadang-gadang sebagai kompleks candi Hindu-Buddha terbesar di Asia Tenggara.

Kompleks Candi Muaro Jambi sendiri berlokasi tak jauh dari aliran Sungai Batanghari, sungai terpanjang di Pulau Sumatra. Di dalamnya, ada sekitar 61 candi dan 82 menapo atau reruntuhan bangunan kuno yang tertimbun tanah.

Sampai saat ini, total ada 9 candi yang sudah selesai dilakukan pemugaran oleh Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Jambi, yaitu Candi Kedaton, Candi Kotomahligai, Candi Gedung Satu, Candi Gedung Dua, Candi Tinggi, Candi Gumpung, Candi Telago Rajo, Candi Astano, serta Candi Kembar Batu.

Sejarah Candi Muaro Jambi

Source : prosjambi

Menurut sejarah, kompleks Candi Muaro Jambi ini ditemukan pada tahun 1823 oleh seorang Letnan Inggris yang bernama S. C. Crooke yang saat itu sedang melakukan pemetaan untuk kepentingan militer. Menurut hasil penelitian para ahli, candi ini merupakan salah satu bangunan peninggalan Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Melayu yang dibangun sekitar abad ke-9 sampai ke-12 Masehi.

Berbeda dengan candi-candi di Jawa yang umumnya menggunakan batu alam atau batu kali, Candi Muaro Jambi terbuat dari batu bata merah dengan pahatan ber-relief. Secara keseluruhan, arsitektur candi dipengaruhi oleh ajaran Buddha, tetapi di beberapa titik ada juga yang dipengaruhi oleh ajaran Hindu.

Sejumlah arkeolog juga mengatakan bahwa Candi Murao Jambi dulunya digunakan sebagai pusat kegiatan Agama Buddha pada masa Melayu Kuno. Pasalnya, ada bangunan Candi Muaro Jambi memiliki kemiripan dengan Universitas Nalanda di India. Hal itu juga diperkuat dengan ditemukannya beberapa benda bersejarah seperti reruntuhan stupa, Arca Prajinaparamita, serta Arca Singh.

Wisata Sejarah Candi Muaro Jambi

Source : n-journal

Nah, bagi kamu yang sedang berkunjung ke Jambi, wajib hukumnya mampir ke tempat wisata bersejarah yang satu ini. Apalagi, lokasinya juga tidak terlalu jauh dari pusat kota. Untuk menuju ke lokasi candi, kamu hanya membutuhkan sekitar 30 menit perjalanan menggunakan mobil atau 20 menit perjalanan lewat jalur sungai.

Buka setiap hari mulai pukul 08.00 sampai 18.00 WIB, pengunjung dikenakan tiket masuk sebesar Rp5.000 untuk masuk ke kawasan candi. Apabila kamu ingin berkeliling candi menggunakan sepeda atau becak motor, kamu cukup membayar Rp10.000.

Puas berkeliling candi dan melihat kanal-kanal kuno yang ada disekelilingnya, kamu juga bisa berkunjung ke museum untuk melihat temuan arca batu, gerabah, keramik, serta benda-benda bersejarah lainnya.

Bagaimana, sudah memiliki rencana untuk berlibur ke Jambi? Soal tiket pesawat, serahkan saja ke website Airy. Lewat layanan pemesanan tiket pesawat online tersebut, kamu bisa menemukan banyak penawaran menarik terkait rute penerbangan lokal, termasuk tiket penerbangan ke Jambi. Selain itu, kamu juga bisa memesan akomadasi ramah kantong sekaligus melalui layanan Airy. Menarik bukan? Yuk liburan bersama Airy sekarang!